Perempuan Berkuasa??

Hai! Kenapa ya politik kerap kali diakrabkan dengan dunia yang maskulin? Dunia dimana laki-laki yang terpilih untuk berdaulat di dalam suatu negara dianggap yang superior. Lalu siapa yang paling superior itu sebenarnya? Apa ia benar-benar mempunyai kapasitas untuk itu? lalu kita bertanya bagaimana dengan perempuan berpolitik? Apa itu bisa terjadi? Tentu saja bisa.
Sejak jaman dahulu perempuan telah berpolitik, mari kita ingat sejenak akan kisah Ratu Balqis pemimpin dari negeri Soba yang diabadikan di dalam Al-Qur'an dan Al-Kitab. Ratu Balqis mempunyai kualitas diri yang memumpuni sebagai seorang pemimpin, wibawanya patut disetarakan dengan kepemimpinan pria. Ia adalah ratu yang cerdas, demokratik dan sangat mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Tak heran jika ia membuka peluang kritik dari para rakyatnya. Maka dari itu negeri Soba dikenal sebagai negeri yang subur, sejahtera dan makmur.
Selain Ratu Balqis di Soba. Ada juga Ratu Cleopatra, dari Mesir Kuno. Sosok Ratu cerdas yang bisa menguasai tiga bahasa yaitu Hieroglyphs (tulisan untuk teks yang berhubungan dengan kerajaan dan tulisan yang berhubungan dengan agama), Demotic (tulisan umum yang lebih simple dari hieroglyphs) dan Greek (bahasa ibu Cleopatra) juga berambisi untuk membuat Mesir saat itu menjadi sebuah kerajaan yang kaya, beradab dan lebih mansyur dari kepemimpinan kerajaan sebelumnya. Saat Cleopatra menjadi Ratu ia membangun sebuah perpustakaan terbesar di Dunia pada saat yang bertempat di Alexandria, Ibu kota kerajaan Mesir Kuno. Dari kepemimpinannya itu tak heran jika Cleopatra mempunyai banyak musuh untuk merebut kekuasaan yang sedang digeluti olehnya. Dan selain cerdas ia pun menjadi icon kecantikan  wanita di Mesir hingga saat ini. Baginya, penampilan adalah sesuatu yang penting yang harus di jaga apalagi saat ia menjadi Ratu di Mesir Kuno.
Jauh sudah kita melayang ke Timur, mari kita kembali kembali ke kursi kita sekarang ini, Indonesia. Ya! Di Indonesia pun ada perempuan yang bergelut dalam politik. Contohnya saja Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Sosok yang tegas, berani dan tak pernah pandang bulu dalam memerintah membuat kharisma dia menjadi pemimpin berlangsung selama 2 periode (2010-2020). Prestasi belio pun tidak main-main. Beberapa kali masuk kedalam pemimpin terbaik di Dunia, hingga mendapat beberapa penghargaan tingkat Asia bahkan oleh PBB.
Jadi sangat disayangkan jika mindset kita selalu berkutat bahwa perempuan itu tidak bisa memimpin atau bahkan sekalinya jadi pemimpin palingan juga hanya sebatas menduduki jabatan. Hmm, kuno. Tidak begitu padahal, karna semua mempunyai hak politik yang setara seperti yang tertuang dalam Pasal 28C ayat (2) UUD 1945, "Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya, secara kolektif membangun masyarakat, bangsa dan negaranya." Lalu ada juga di Pasal 28D ayat (3), "Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintah.". Jadi terbuktikan sekarang ini bukan seberapa superior atau inferiornya seorang laki-laki atau perempuan. Tapi lebih dari itu adalah kemampuan, keinginan untuk membangun Indonesia yang lebih adil. Karna pada halnya politik itu bukanlah sebuah tujuan, melainkan hanya sebuah cara/strategi yang digeluti untuk kemaslahatan bersama.
Dan sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2008 memuat kebijakan yang mengharuskan partai politik menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30% dalam pendirian maupun dalam kepengurusan di tingkat pusat. Geram ya kok hanya 30%? Tapi tunggu persentase itu menunjukan "Batas minimal", bukan maksimal. Jadi kemungkinan juga bisa melebihi itu. Lalu, menurut data Inter-Parliementery Union di tahun 2017 keterwakilan perempuan di parlemen hanya mencapai 19.80% dan itu berarti belum mencapai angka batas minimal, 30%. Masih jauh sekali menginjak angka minimal itu. Maka dari itu ayo kita hancurkan paham lama bahwa yang paling superior itu adalah laki-laki. Tidak! Kita, laki-laki maupun perempuan sebenarnya mempunyai kapasitas yang sama dalam melakukan sesuatu. Maka dari itu tak ada alasan lagi bagi seorang perempuan untuk menjadi seorang yang inferior dibandingkan pria, terkhususnya di dalam bidang politik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friday,June 14, 2013 Mitoky :( Alive

Semu: Kopi