Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

ENAM BELAS

17 tahun sudah sekiranya aku hadir di semesta ini Satu dari yang menyakitkan adalah berharap pada manusia Entah itu berharap untuk di miliki Ataupun untuk diperbudak Ada rintik kala ini, bercucuran dari langit Di akhir senja pada 16 Pandangku tak lepas dari pohon yang tegak tepat depan mata Ku tilik daun tinggi di hiasi awan hitam menyelimuti Alunan indie masih terus bergetar dari pagi tadi Ada yang lucu kali ini Seketika ku berpikir cinta Ah.. itu seperti satu paket dalam kehidupanku Tanpa cinta,aku tak bergairah Tanpa cinta,aku tak mau maju Rutinitas remaja kala ini Namun pikirku patah saat ku sadar, aku telah diperbudak olehnya Di cambuk-cambuk hatiku tatkala ia melirik yang lain Di tenggelam hanyutkan aku saat rindu tak pernah memihak pada semestaku Seluruh roman mengubah hidupku Mata tak lagi sembab Hati pun tak lagi rapuh Sekarang semesta lebih berpihak pada diriku, tentu bukan pada rinduku Romanku tentangnya seolah di lenyapkan oleh kedam...

Bisik

Senja ini sudah di ganti petang Ku letakkan keningku pada bumi Ku mulai bisikan perlahan, tentang suka dalam hati Bumi,sampaikan pada Tuhanku jikalau aku cinta padanya Bumi,sampaikan pada Nabiku jikalau aku sayang padanya Bumi,sampaikan sekali lagi pada Nabiku atas terima kasih-ku Bumi,sampaikan lagi kepada Tuhanku,ku membutuhkannya Narasi ini singkat adanya Terasa khidmat nan damai Perihal mutlak kebahagiaan insan, Romantisme Tuhan dan h ambanya .

Semu: Rindu

Knock knock knock.. "Apa ada orang di dalam?" Knock knock knock. "Hm.. Masih belum menyahut juga. Semu... Kau dimana? Ah diriku lupa tak memejamkan mata." Ku pejamkan mata sembari memanggil kawan delusi ku itu. "Ada apa kau panggil aku,Senjani?" "Tak apa,aku hanya sedang rindu." "Padaku?" "Tentu bukan,pada Tuanmu" "Ah.. Ku sangka pada diriku. Apa yang bisa ku perbuat untuk rindu mu itu?" "Tolong sampaikan,aku rindu." "Begitu saja?" "Lantas apa yang harus aku lakukan lagi? Sepertinya tak ada." "Pegang jemariku. Begini Senjani,kemarin Tuhan berbisik padaku. Ia berkata hal yang tak ku mengerti. Mungkin dirimu akan paham." "Apa yang ia kata?" Ia bercerita dengan serius: "Semu,kau di takdirkan untuk hadir ke dunia senantiasa supaya kau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang memiliki logika. Dan kau menjadi serangan bagi orang orang yang sangat perasa. "Aku...